Book Blog
Menerjemahkan Kegelapan
SEJAK 2021, penikmat Netflix menjalankan satu ritual khusus pada penghujung tahun, yakni menonton film pendek Death to yang sudah diproduksi dua edisi, Death to 2020 dan Death to 2021. Film bergenre mockumentary tersebut telah berhasil membuat para penontonnya tertawa...
Tan Malaka dan Dua Memori
BUKU INI ADALAH buku yang asyik untuk dibaca. Dalam suatu obrolan, Fatris MF, penulis catatan perjalan yang tersohor itu, mengatakan Suara yang Lebih Keras: Catatan dari Makam Tan Malaka tampak seperti catatan perjalanan. Meski begitu, seperti sudah bisa ditebak, ia...
Demotivasi, Obat Pahit Abad Ke-21
Demotivasi bukanlah sesuatu yang baru. Sejak ribuan tahun silam, sejumlah filsuf telah mengambil jarak dari masyarakat yang terjebak dalam optimisme dan ilusi kemajuan. Diogenes dari Sinope yang hidup sekitar abad ke-4 SM menunjukkan sinisme terhadap orang-orang di...
Mati Tanpa Monumen
SETIAP MEMBACA TENTANG Tan Malaka akan membawa saya pada sebongkah ingatan berdebat dengan seorang kawan melalui media sosial. Topik debat sebenarnya sangat sederhana, tentang Tan Malaka sebagai salah satu bapak bangsa. Buat saya, Tan Malaka adalah salah satu bapak...
Yang Tak Putus Dirundung Kontroversi
BUKU INI MENULISKAN retrospeksi atas kematian Tan Malaka dan persoalan-persoalan yang justru terjadi setelah Ibrahim Datuk Tan Malaka dimakamkan dan ketika makamnya hendak dipindah dari Kediri, Jawa Timur ke Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat. Menarik karena...
Ketika Sejarah Dibungkam, Memori Kultural Yang Bicara: Bincang Buku Heru Joni Putra Tentang Makam Tan Malaka
“Ketika sejarah dibungkam, memori kultural yang bicara”. Ungkapan tersebut diutarakan oleh Heru Joni Putra dalam Bincang Buku Suara yang Lebih Keras: Catatan dari Makam Tan Malaka, di Agam Jua Art and Culture Café, Payakumbuh, Minggu, (7/11). Tentu saja Heru memiuhnya...